Jumat, 29 Maret 2013

FAKTOR-FAKTOR MOTIVASI IBU DALAM PELAKSANAAN SENAM HAMIL DI POLINDES DESA LIMPOK KABUPATEN ACEH BESAR


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah
            Kehamilan adalah suatu hal yang sangat istimewa bagi seorang wanita dan merupakan masa yang paling membahagiakan. Tetapi masa kehamilan merupakan masa yang rawan, karena pada masa ini banyak sekali perubahan yang terjadi. Perubahan itu meliputi perubahan fisik dan perubahan psikologis. Perubahan fisik misalnya keadaan perut yang semakin membesar, payudara yang membesar dan menegang. Sedangkan perubahan psikologis misalnya rasa cemas dan takut menghadapi persalinan dan cemas akan kondisi bayi dalam kandungan (Conectique, 2007).
            Perubahan yang terjadi pada ibu selama masa kehamilan dapat berlangsung secara fisiologis. Perubahan yang terjadi pada masa kehamilan tersebut mungkin dapat menjadi penyulit selama masa kehamilan maupun masa persalinan. Penyulit selama masa kehamilan misalnya nyeri punggung, nyeri pinggang, nyeri panggul, serta sesak nafas (Conectique, 2007).
            Berdasarkan hasil AMP (Audit Maternal dan Perinatal) di rumah sakit umum di Indonesia pada Januari sampai Desember 2004 mendapatkan bahwa penyulit ibu selama persalinan paling banyak adalah karena partus lama (16%) yang dipengaruhi oleh faktor tenaga/power, jalan lahir dan janin. Selain partus lama, terdapat juga partus kasep (11%), preeklampsia dan eklampsia (6,4%). Sedangkan penyulit bayi terbanyak adalah asfiksia neonatorum, yaitu 57,7% (Coneqtique, 2007).
            Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian bayi pada 2002-2003 adalah 35 per 1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu penting dianjurkan pada ibu hamil untuk memeriksakan dirinya secara rutin dan teratur melalui perawatan selama masa kehamilan (antenatal care) (Conectique, 2007). Perawatan selama masa kehamilan (antenatal care) merupakan pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk memeriksa keadaan ibu hamil dan janin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan.
            Dengan pemeriksaan yang teratur ibu dapat memperoleh kebutuhan yang sesuai untuk diri dan janinnya, juga mendapatkan penanganan segera bila terdapat komplikasi kehamilan dan kemungkinan penyulit saat persalinan. Salah satu bentuk perawatan antenatal adalah senam hamil Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan (antenatal care) (Viscera, 2005).
            Kehadiran senam hamil dilatarbelakangi hasil penelitian seorang ahli kebidanan bernama Dr. Gratley Dick Read dan dilanjutkan oleh muridnya Helen Heardman (fisioterapis). Dari hasil penelitian tersebut, mereka sepakat bahwa setiap wanita harus dipersiapkan secara mental dan fisik untuk melahirkan bayi. Persiapan ini akan sangat bermanfaat apabila juga dibarengi dengan tindakan relaksasi yang bermanfaat pada persalinan, serta menghilangkan ketakutan dan kecemasan yang biasanya dirasakan banyak wanita (PIHG, 2010).
            Manfaat senam hamil diantaranya dapat melatih kelenturan otot-otot dinding perut dan dasar panggul sehingga memudahkan persalinan, membantu ibu dalam proses melahirkan, untuk mengejan dan mengatur napas (Iis, 2008). Menurut Ayu (2001), senam hamil juga melonggarkan persendian yang berhubungan dengan persalinan, dapat memperbaiki kedudukan janin, meningkatkan ketegangan dan kepercayaan diri menghadapi persalinan, memperoleh pengetahuan dan kemampuan mengatur pernapasan, relaksasi. Senam juga meningkatkan kemampuan mengkoordinasikan kekuatan kontraksi otot rahim, dan meningkatkan kesegaran jasmani dan rohani ibu hamil.
            Senam hamil juga penting untuk ibu hamil yang ingin melahirkan secara normal setelah persalinan sebelumnya dilakukan tindakan operasi cesar. Menurut Simkin dan Walley, sebagian besar wanita disarankan harus melahirkan normal setelah persalinan yang pertama cesar. Bedah cesar meninggalkan bekas jaringan parut yang kuat dan kondisi rahim yang sehat, ini menandakan suatu kondisi persalinan dan melahirkan lewat vagina kecil kemungkinannya membuat jaringan parut terbuka (Viscera, 2005).
            Bagi ibu yang melahirkan dengan VBAC memiliki beberapa syarat, diantaranya indikasi operasi sebelumnya bukan karena panggul sempit, letak bayi kepala, proses penyembuhan luka operasi baik, perkiraan berat badan bayi tidak boleh lebih dari 4 Kg, bukan kehamilan kembar, dan belahan operasi cesar sebelumnya tidak tegak lurus (vertikal). Proses mengejan saat pembukaan lengkap hanya boleh 2 x 15 menit. Elastisitas otot perut dan bekas luka operasi cesar yang telah merapat juga menjadi hal yang dipertimbangkan (Santoso, 2010).
            Melalui senam hamil yang rutin dilakukan ibu hamil maka dapat membantu ibu untuk mengejan dan mengatur napas lebih optimal, dan mempertahankan elastisitas otot perut saat kontraksi, sehingga ibu dapat melahirkan dengan VBAC. Pada wanita-wanita hamil yang melakukan senam hamil secara teratur dilaporkan memberikan keuntungan persalinannya masa aktifnya (kala II) menjadi lebih pendek, mengurangi insiden 
operasi
s
ectio cae
s
aria
, mengurangi pengeluaran
mekonium
di dalam cairan
amnion
 dan mengurangi terjadinya gawat janin pada waktu persalinan (Viscera, 1995).Dari penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas NegeriSebelas Maret sejak tahun 2000, terhadap 68 ibu hamil, senam hamil ini terbuktimemberikan kontribusi yang besar untuk melancarkan proses persalinan. Terutamauntuk mengurangi perasaan stres dan nyeri saat melahirkan. Jadi diperlukan sebuahmetode yang murah, mudah dilakukan, dan mengandung unsur pendidikan, sertadapat dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan senam hamil.Tetapi, senam hamil yang kita terapkan, bukan senam yang berorientasi sebataspada kebugaran tubuh semata. Melainkan untuk memperkuat otot, melenturkanpersendian. Dan utamanya melatih konsentrasi agar bisa mengalihkan pikiransehingga bisa melupakan rasa sakit saat melahirkan. Serta menguatkan napas(Mulyata, 2000).Dalam perkembangannya, senam hamil banyak menimbulkan kontroversi.Sampai saat ini masih banyak opini di masyarakat bahwa senam hamil dapatmencederai janin dan khawatir akan kondisi kandungannya memburuk ketika senamhamil dilakukan (Adiyono, 2002).Menurut studi pendahuluan yang dilakukan oleh Suhita, 2004 di wilayahPuskesmas Rampal Celaket Malang didapat hasil bahwa pada tahun 2003 ada 469ibu hamil yang datang ke poli hamil. Dari jumlah tersebut yang memenuhi kriteriauntuk mengikuti senam hamil sebanyak 342 orang. Dari 342 orang tersebut hanya11,1 % ibu hamil yang mengikuti senam hamil. Dalam penelitiannya Suhitamenemukan faktor biaya menjadi hambatan terbesar.
 
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rumah SakitBersalin Mutiara Bunda Malang tercatat bahwa selama bulan Oktober 2007 ada 72ibu hamil yang datang untuk kontrol ke poli hamil dan kondisinya memenuhi kriteriauntuk mengikuti senam hamil. Namun dari jumlah tersebut hanya 17 ibu hamil yangikut serta dalam senam hamil.Maka berdasarkan fenomena yang ada diatas, peneliti tertarik untukmengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana hubungan faktor internal denganperan serta ibu hamil dalam mengikuti senam hamil di Rumah Sakit Bersalin MutiaraBunda Malang. 
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan yaitu:apakah ada hubungan faktor internal dengan peran serta ibu hamil dalam mengikutisenam hamil di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda Malang? 
1.3       Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan UmumMengetahui hubungan faktor internal dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda Malang1.3.2. Tujuan Khusus1. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil yang mengikuti senam hamil danibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil.
 
2. Mengidentifikasi sikap ibu hamil yang mengikuti senam hamil dan ibuhamil yang tidak mengikuti senam hamil.3. Mengidentifikasi motivasi ibu hamil yang mengikuti senam hamil dan ibuhamil yang tidak mengikuti senam hamil.4. Mengetahui hubungan pengetahuan dengan peran serta ibu hamil  dalammengikuti senam hamil5. Mengetahui hubungan sikap dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil6. Mengetahui hubungan motivasi dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil 
1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1  Manfaat TeoritisMenambah khasanah ilmu keperawatan, khususnya keperawatan maternitas,yaitu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peran serta ibu hamildalam mengikuti senam hamil. Diharapkan nantinya, sebagai perawat kitadapat berperan aktif dalam upaya meningkatkan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil.1.4.2  Manfaat PraktisDiharapkan kepada petugas kesehatan khususnya dalam hal ini perawatmengoptimalkan pemberian informasi tentang senam hamil kepada ibu hamiluntuk meningkatkan peran serta ibu hamil dalam mengikuti senam hamil.
 
  
BAB III

KERANGKA KONSEP 3.1 Kerangka Konsep 
Keterangan ::  variabel yang diteliti:  variabel yang tidak ditelitiPeran Serta  Ibu Hamil DalamMengikuti Senam Hamil
Faktor Eksternal


Lingkungansosial

FasilitasDengan senam hamil diharapakan dapatmembantu memperlancar prosespersalinan

Faktor Internal

Emosi

Intelejensi

Keyakinan 

Pengetahuan

Sikap

Motivasi
  
 
3.2 Hipotesis
y

Mayor 
Ada hubungan faktor intenal dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil
y

Minor 
1) Ada hubungan pengetahuan dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil2) Ada hubungan sikap dengan peran serta ibu hamil dalam mengikutisenam hamil3) Ada hubungan motivasi dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil
BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Kehamilan adalah suatu hal yang sangat istimewa bagi seorang wanita danmerupakan masa yang paling membahagiakan. Tetapi masa kehamilan merupakanmasa yang rawan, karena pada masa ini banyak sekali perubahan yang terjadi.Perubahan itu meliputi perubahan fisik dan perubahan psikologis. Perubahan fisikmisalnya keadaan perut yang semakin membesar, payudara yang membesar danmenegang. Sedangkan perubahan psikologis misalnya rasa cemas dan takutmenghadapi persalinan dan cemas akan kondisi bayi dalam kandungan(Conectique, 2007).Perubahan yang terjadi pada ibu selama masa kehamilan dapat berlangsungsecara fisiologis. Perubahan yang terjadi pada masa kehamilan tersebut mungkindapat menjadi penyulit selama masa kehamilan maupun masa persalinan. Penyulitselama masa kehamilan misalnya nyeri punggung, nyeri pinggang, nyeri panggul,serta sesak nafas. Sedangkan berdasarkan hasil AMP (Audit Maternal danPerinatal) di RSUD Jombang yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan,selama periode Januari sampai Desember 1994 mendapatkan bahwa penyulit ibuselama persalinan paling banyak adalah karena partus lama (16%) yang dipengaruhioleh faktor tenaga/power, jalan lahir dan janin. Selain partus lama, terdapat juga
 
partus kasep (11%), preeklampsia dan eklampsia (6,4%). Sedangkan penyulit bayiterbanyak adalah asfiksia neonatorum, yaitu 57,7% (Supriatmadja, 2005).Adanya penyulit selama masa kehamilan dan selama masa persalinan sertapenyulit pada bayi dapat meningkatkan angka kematian ibu dan angka kematianbayi. Karena ternyata angka kematian maternal dan perinatal yang merupakanindikator keberhasilan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan danperinatal, di Indonesia masih cukup tinggi. Indonesia menempati urutan keduatertinggi di dunia setelah Bangladesh dalam kasus kematian ibu saat melahirkan.Dan untuk kawasan Asia Tenggara, kita masih berada pada urutan pertama. Pada2004 angka kematian ibu di Indonesia mencapai 307 orang per 100.000 kelahiranatau sekitar 15.700 wanita hamil dan melahirkan meninggal dunia per tahunnya(Saptandari, 2007). Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan KabupatenMalang, angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Malang terus meningkat.Pada 2004 ibu meninggal saat melahirkan berjumlah 19 orang. Jumlah ini meningkatmenjadi 34 orang pada 2005. Adapun pada Januari hingga Mei 2006 angkakematian sudah mencapai 13 orang (Fauzi, 2006). Menurut Survei Demografikesehatan Indonesia (SDKI), angka kematian bayi pada 2002-2003 adalah 35 per 1000 kelahiran hidup. Oleh karena itu penting dianjurkan pada ibu hamil untukmemeriksakan dirinya secara rutin dan teratur melalui perawatan selama masakehamilan (
antenatal care
) (Conectique, 2007).Perawatan selama masa kehamilan (
antenatal care
) merupakanpemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk memeriksa keadaan ibu hamil danjanin secara berkala yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan
 
yang ditemukan.

Dengan pemeriksaan yang teratur ibu dapat memperolehkebutuhan yang sesuai untuk diri dan janinnya, juga mendapatkan penanganansegera bila terdapat komplikasi kehamilan dan kemungkinan penyulit saat persalinan(Conectique, 2007). Salah satu bentuk perawatan
antenatal 
adalah senam hamil(Viscera, 2005).Senam hamil merupakan salah satu kegiatan dalam pelayanan selamakehamilan
(antenatal care)
. Senam hamil akan memberikan suatu hasil produkkehamilan atau
outcome
persalinan yang lebih baik, karena mampumemanipulasi/mengendalikan faktor penyebab persalinan yang memanjang/lamayakni dengan meningkatkan tenaga/power ibu saat persalinan. Kegunaan senamhamil di dalam
antenatal care
dilaporkan akan menaikkan dan mengurangiterjadinya berat badan bayi lahir rendah, mengurangi terjadinya persalinan prematur.Secara keseluruhan senam hamil akan berdampak sebagai suatu kenaikankesehatan wanita hamil itu sendiri menjadi lebih baik (Viscera, 1995).Senam hamil terbukti dapat membantu dalam perubahaan metabolismetubuh selama kehamilan. Keuntungannya adalah meningginya konsumsi oksigenuntuk tubuh, aliran darah jantung, stroke volume dan curah jantung. Perubahan-perubahan peranan jantung atau kardiovaskuler selama kehamilan denganmelakukan senam hamil akan membantu fungsi jantung sehingga para ibu hamilakan merasa lebih sehat dan tidak merasa sesak nafas. Pada wanita-wanita hamilyang melakukan senam hamil secara teratur dilaporkan memberikan keuntunganpersalinannya masa aktifnya (kala II) menjadi lebih pendek, mengurangi insiden
 
operasi
s
ectio cae
s
aria
, mengurangi pengeluaran
mekonium
di dalam cairan
amnion
 dan mengurangi terjadinya gawat janin pada waktu persalinan (Viscera, 1995).Dari penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas NegeriSebelas Maret sejak tahun 2000, terhadap 68 ibu hamil, senam hamil ini terbuktimemberikan kontribusi yang besar untuk melancarkan proses persalinan. Terutamauntuk mengurangi perasaan stres dan nyeri saat melahirkan. Jadi diperlukan sebuahmetode yang murah, mudah dilakukan, dan mengandung unsur pendidikan, sertadapat dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan senam hamil.Tetapi, senam hamil yang kita terapkan, bukan senam yang berorientasi sebataspada kebugaran tubuh semata. Melainkan untuk memperkuat otot, melenturkanpersendian. Dan utamanya melatih konsentrasi agar bisa mengalihkan pikiransehingga bisa melupakan rasa sakit saat melahirkan. Serta menguatkan napas(Mulyata, 2000).Dalam perkembangannya, senam hamil banyak menimbulkan kontroversi.Sampai saat ini masih banyak opini di masyarakat bahwa senam hamil dapatmencederai janin dan khawatir akan kondisi kandungannya memburuk ketika senamhamil dilakukan (Adiyono, 2002).Menurut studi pendahuluan yang dilakukan oleh Suhita, 2004 di wilayahPuskesmas Rampal Celaket Malang didapat hasil bahwa pada tahun 2003 ada 469ibu hamil yang datang ke poli hamil. Dari jumlah tersebut yang memenuhi kriteriauntuk mengikuti senam hamil sebanyak 342 orang. Dari 342 orang tersebut hanya11,1 % ibu hamil yang mengikuti senam hamil. Dalam penelitiannya Suhitamenemukan faktor biaya menjadi hambatan terbesar.
 
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rumah SakitBersalin Mutiara Bunda Malang tercatat bahwa selama bulan Oktober 2007 ada 72ibu hamil yang datang untuk kontrol ke poli hamil dan kondisinya memenuhi kriteriauntuk mengikuti senam hamil. Namun dari jumlah tersebut hanya 17 ibu hamil yangikut serta dalam senam hamil.Maka berdasarkan fenomena yang ada diatas, peneliti tertarik untukmengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana hubungan faktor internal denganperan serta ibu hamil dalam mengikuti senam hamil di Rumah Sakit Bersalin MutiaraBunda Malang. 
1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan permasalahan yaitu:apakah ada hubungan faktor internal dengan peran serta ibu hamil dalam mengikutisenam hamil di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda Malang? 
1.3       Tujuan Penelitian
1.3.1. Tujuan UmumMengetahui hubungan faktor internal dengan peran serta ibu hamil dalammengikuti senam hamil di Rumah Sakit Bersalin Mutiara Bunda Malang1.3.2. Tujuan Khusus1. Mengidentifikasi pengetahuan ibu hamil yang mengikuti senam hamil danibu hamil yang tidak mengikuti senam hamil.
 operasi section caesaria, mengurangi pengeluaran mekonium di dalam cairan amnion  dan mengurangi terjadinya gawat janin pada waktu persalinan (Viscera, 2005).
            Perilaku manusia sebenarnya merupakan refleksi dari berbagai gejala kejiwaan, diantaranya pengetahuan dan motivasi. Maslow menjelaskan teori motivasi dengan mempelajari kebutuhan-kebutuhan. Teori ini Maslow menyusun kebutuhan manusia secara hierarki (Notoatmodjo, 2007).
            Dari penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret sejak tahun 2007, terhadap 68 ibu hamil, senam hamil ini terbukti memberikan kontribusi yang besar untuk melancarkan proses persalinan. Terutama untuk mengurangi perasaan stres dan nyeri saat melahirkan. Jadi diperlukan sebuah metode yang murah, mudah dilakukan, dan mengandung unsur pendidikan, serta dapat dilakukan oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan senam hamil. Tetapi, senam hamil yang kita terapkan, bukan senam yang berorientasi sebatas pada kebugaran tubuh semata. Melainkan untuk memperkuat otot, melenturkan persendian. Dan utamanya melatih konsentrasi agar bisa mengalihkan pikiran sehingga bisa melupakan rasa sakit saat melahirkan. Serta menguatkan napas (Mulyata, 2008).
            Berdasarkan survey awal yang peneliti lakukan di Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar, diketahui bahwa tahun 2012 terdapat 42 orang ibu hamil, dan dari jumlah tersebut, sebagian besar ibu hamil ada melakukan kegiatan senam hamil, namun sebagian lainnya tidak melakukan kegiatan senam hamil. Hasil wawancara singkat yang peneliti lakukan pada 5 orang ibu hamil yang tidak melakukan senam hamil, diketahui bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat ibu hamil terhadap senam hamil, salah satunya adalah faktor fisik, hal ini terungkap bahwa bila ibu hamil merasa dalam status kesehatan yang baik, tidak ada keluhan maka mereka menganggap bahwa tidak perlu melakukan senam kehamilan, yang terkesan hanya buang-buang waktu saja. Selain itu, faktor sarana dan prasarana (fasilitas), dimana pelaksanaan senam hamil dilakukan di polindes, sehingga membuat ibu hamil kesulitan untuk pergi ke polindes untuk mengikuti senam hamil. Namun, dari kedua faktor yang penulis paparkan di atas, faktor yang menonjol adalah faktor pengetahuan ibu hamil itu sendiri, dimana pengetahuan ibu-ibu hamil tersebut masih tergolong rendah, hal ini terungkap dari wawancara penulis dengan beberapa orang ibu hamil, yang mana ada diantara mereka yang bahkan tidak mengetahui sama sekali apa itu senam hamil, apa tujuannya, dan apa pula manfaat dari senam hamil tersebut.
                  Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian dengan judul “Faktor-Faktor Motivasi Ibu dalam Pelaksanaan Senam Hamil di Polindes Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar tahun 2012”.

B.  Rumusan Masalah
            Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi ibu dalam pelaksanaan senam hamil di Polindes Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar tahun 2012”.
     
C.  Tujuan Penelitian
      1.   Tujuan Umum
            Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi ibu dalam pelaksanaan senam hamil di Polindes Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar tahun 2012.
      2.   Tujuan Khusus
            a.   Untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap motivasi ibu dalam pelaksanaan senam hamil di Polindes Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar tahun 2012
            b.   Untuk mengetahui pengaruh informasi terhadap motivasi ibu hamil dalam pelaksanaan senam hamil di Polindes Desa Limpok Kabupaten Aceh Besar tahun 2012

D.  Manfaat Penelitian
1.     Bagi Peneliti
Untuk Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam bidang penelitian khususnya tentang pengetahuan dan wawasan senam hamil
2.     Bagi Masyarakat
Sebagai masukan untuk menambah wawasan dalam meningkatkan pengetahuan khususnya tentang senam hamil.
      3.   Bagi Institusi Kesehatan
            Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya dalam hal ini bidan mengoptimalkan pemberian informasi tentang senam hamil kepada ibu hamil untuk meningkatkan peran serta ibu hamil dalam mengikuti senam hamil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar